Kenalan di Medsos, Siswi SMP Diperkosa dan Dirampok

ilustrasi

LAMPUNG – Seorang pemuda berinisial KN (18) warga Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) umsel ditangkap petugas gabungan dari Polsek Menggala bersama Tekab 308 Polres Tulang Bawang.

Pemuda ini ditangkap sekitar pukul 3.00 WIB pada Kamis (18/11/2021) di sebuah warung yang ada di Desa Makarti Mulya. KN merupakan pelaku pemerkosaan terhadap seorang pelajar berinisial I (15) yang merupakan salah satu siswi SMP di Kabupaten Tulang Bawang.

“Pelaku diangkap karena mencabuli seorang pelajar. Pemuda tersebut ditangkap saat sedang berada di sebuah warung di Desa Makarti Mulya,” ujar Kapolsek Menggala, AKP Sunaryo, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Hujra Soumena, Sabtu (20/11/2021).

Dalam kasus ini petugasnya menyita barang bukti (BB) berupa handphone (HP) merk Oppo warna hitam milik pelaku dan pakaian yang dikenakan oleh korban saat terjadinya pencabulan.

       
        Loading...    
   

Kronologi pemerkosaan bermula saat korban dan pelaku berkenalan di media sosial facebook (FB). Karena sering komunikasi akhirnya mereka berpacaran dan bertukaran nomor telepon. Suatu ketika pelaku membujuk korban untuk mengirimkan foto vulgar via WhatsApp dan hal tersebut dilakukan oleh korban.

Berbekal foto vulgar tersebut, pelaku mengajak korban untuk bertemu. Mereka bertemu pada Rabu (25/8/2021) lalu pukul 09.00 WIB di depan sekolah korban. Setelah bertemu, korban dipaksa masuk ke dalam mobil dan pelaku mencari tempat sepi dan mearkorkan mobilnya. Lalu pelaku berusaha mencabuli korban. Korban terus menolak dan minta pulang. Tetapi pelaku makin nekad. ia mengancam akan menyebarkan foto vulgar korban apabila tidak mengikuti kemauan dari pelaku.

“Di Karena ketakutan korban hanya bisa pasrah dan menangis saat diperkosa hingga keperawannya pun direnggut oleh pelaku. Usai Diperkosa pelaku ini makin kurang ajar. Pelaku minta uang tunai Rp5 juta kepada korban. Kalau korban tidak bisa memberikan uang tersebut pelaku mengancam akan menyebarkan foto vulgar korban di media sosial,” jelas AKP Sunaryo.

Karena merasa ketakutan, akhirnya pelaku diajak oleh korban kerumahnya saat rumah korban sedang sepi. Korban lalu mengambil uang tunai sebanyak Rp5 juta milik orang tuanya yang disimpan di dalam lemari. Lalu korban menyerahkan uang tersebut kepada pelaku. Lagi-lagi pelaku mengancam akan menyebarkan foto vulgar milik korban kalau sampai korban bercerita kepada orang lain.

Kapolsek menambahkan, terungkapnya kasus ini berawal dari ibu kandung korban yang curiga uang tunai Rp5 juta miliknya yang disimpan di dalam lemari hilang. Setelah ditanya akhirnya korban bercerita kalau uang tersebut dia yang mengambilnya usai dicabuli oleh pelaku. Mendapat cerita memilukan ini, hari Kamis (2/09/2021), ibu kandung korban melaporkannya ke Mapolsek Menggala.

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pelakunya. Berkat keuletan dan kegigihah petugas di lapangan akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolsek Menggala dan dikenakan Pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 Jo Pasal 76D Undang-Undang Perlindungan Anak. Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.(*/arl)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN