Hampir Dua Bulan Diresmikan, Laboratorium PCR Lagoi Belum Beroperasi



BINTAN – Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dibangun pada 2020 lalu dan diresmikan pada 30 Desember 2020 lalu hingga kini belum beroperasi untuk memeriksa hasil usap covid-19. Padahal pada saat peresmian, PCR yang mampu bekerja 2 hingga 3 jam untuk mengeluarkan hasil swab itu dikatakan akan beroperasi dalam waktu beberapa hari setelah diresmikan.

Namun, hingga Selasa (23/2) ini, Laboratorium yang dibangun dengan anggaran APBN dan APBN senilai Rp 8 miliar itu belum dioperasikan. Informasi yang diterima, belum beroperasinya laboratorium tersebut dikarenakan belum dilakukan pemeriksaan dan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Wan Rudi Iskandar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bintan mengatakan, Laboratorium PCR di Lagoi saat ini sedang mengurus izin operasi ke Dinas Kesehatan Provinsi Kepri.

“Peralatan sudah oke, tapi belum bisa beroperasi karena itu punya PT BRC, jadi harus ada izinnya dulu, izinya di Dinkes Kepri, saat ini sedang diurus,” katanya, Selasa (23/2).

Ia mengatakan, kegiatan pengadaan laboratorium PCR tersebut juga dalam kegiatan pemeriksaan rutin oleh BPK sebagai bentuk LKPJ Bupati Bintan APBD 2020.

“Itu juga kan masuk dalam dana hibah pariwisata tahun lalu dari APBN dan APBD. Kalau puskesmas kan beda, itu pelayanan publik,” jawabnya.

Terpisah, Gama AF Isnaeni, Kepala Dinas Kesehatan Bintan membenarkan belum beroperasinya laboratorium PCR Lagoi. Sebelumnya saat peresmian ia juga mengatakan laboratorium akan beroperasi dalam beberapa hari kedepan dan dapat dipergunakan untuk penanganan covid-19 di Bintan.

“Belum beroperasi karena disesuai dengan teknis standar Singapura. Karena itu kan akan dipergunakan untuk wisatawan asing yang masuk ke Lagoi,” katanya.

Ia menyebutkan, standar peralatan laboratorium Singapura tentunya berbeda dengan Indonesia. Meski laboratorium PCR di Lagoi sudah merupakan alat berteknologi tinggi.

“Harus disesuaikan dulu. Kemudian kan nanti akan ada pihak ketiga yang menjadi operator alat ini. Nanti kalau sudah dibuka pintu masuk Singapura ke Lagoi, maka laboratorium dapat dipergunakan,” jelasnya.

Saat disinggung soal pemeriksaan BPK sebagai penghambat belum beroperasinya laboratorium tersebut. Gamma mengatakan jika hal tersebut bukan penghalang dan memang saat ini semua dinas sedang dalam tahap pemeriksaan rutin BPK.

“BPK kan sambil berjalan. Kalau nanti Laboratorium sudah beroperasi dan Covid-19 di Bintan masuk Kejadian Luar Biasa (KLB) maka labor tersebut dapat juga dipergunakan, tapi kan ini khusus untuk turis asing,” ucapnya. (aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN