Bawang dan Cabe Kering Eks Impor Dimusnahkan

Petugas Karantina Kelas II Tanjung Balai Karimun memperlihatkan barang bukti bawang yang hendak di musnahkan.
       
        Loading...    
   

KARIMUN – Kantor Karantina Kelas II Tanjung Balai Karimun memusnakan beberapa komditas eks impor yang masuk melalui Batam tanpa sertifikat jaminan kesehatan dari karantina pertanian dari negara asal, Selasa (23/6).

Berdasarkan data komoditi yang dimusnakan yaitu bawang sebanyak 1.534 ton yang terdiri dari 650 kilo bawang putih, 620 kilo bawang merah dan 273 kilo bawang bombai. Kemudian 64 kilo cabe kering lokal turut dimusnahkan.

Keseluruhan komoditas yang dimusnahkan merupakan hasil penahanan dari petugas Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun di Pelantar Kolong bekerjasama dengan instansi terkait.

“Ini merupakan pemusnahan yang kedua, sebelumnya kami memusnahkan komoditas yang serupa pada bulan April 2020 yang lalu. Harapannya ada efek jera bagi pelaku, namun masih ada saja oknum yang mencoba menyelundupkan komoditas pangan strategis ke Karimun. Ini merupakan tindakan tegas kami dalam melaksanakan amanat UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan,” kata Willy Indra Yunan, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun.

Menurut Willy, berdasarkan data IQFAST Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun, tren tindakan 3P (Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan) terjadi penurunan.

Dari Januari – Juni tahun 2020 ini, hanya ada 13 kali penahanan dan dua kali pemusnahan dan nihil penolakan. Jika dibandingkan pada tahun 2019, ada 62 kali penahanan, 5 kali penolakan dan 2 kali pemusnahan.

“Bawang dan cabe kering sebelumnya telah dilakukan penahanan, namun pemilik tidak mampu melengkapi persyaratan karantina dalam waktu tiga hari sehingga dilakukan pemusnahan,” imbuhnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan bahwa persyaratan karantina meliputi sertifikat kesehatan dari daerah atau negara asal, melalui tempat pemasukan atau pengeluaran yang telah ditetapkan dan dilaporkan kepada petugas karantina untuk dilakukan tindakan karantina.

Sinergisitas dengan instansi terkait juga harus dilakukan mengingat banyaknya pelabuhan rakyat yang belum ditetapkan sebagai pelabuhan resmi.

Pemusnahan dilakukan di Kantor Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun secara virtual dengan berbagai saksi dari Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Polres Karimun, Kodim 0317, Pangkalan TNI AL Karimun, KSOP, KPPBC Tipe Madya Pabean B, KSOP dan Kepolisian Kawasan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun. (yon)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN