Bangun Pasar Tradisional di Kawasan Timur

       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Mengingat penduduk Tanjungpinang kini menumpuk di Kecamatan Tanjungpinang Timur, maka pemerintah sebaiknya memikirkan pembangunan pasar baru di sana.

Apalagi saat ini, pemerintah sudah memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sudah berpengalaman mengelola pasar.

Tanjungpinang Timur akan terus berkembang karena developer juga terus membangun di sana. Penduduk juga akan terus bertambah.
Sementara hingga saat ini, baru ada satu pasar di sana.

Karena itu, pemerintah harus hadir dan membangun satu pasar seperti Pasar Baru. Jika ada beberapa pasar di Tanjungpinang Timur, maka ekonomi warga makin cepat berkembang.

Baca Juga :  Lockdown, Jalan Kelam Bagi Kepri

Selain itu, agar harga sewa pasar dan harga barang semakin bersaing.

Anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang, Rudi Chua menuturkan, sangat memungkinkan bagi pemerintah daerah membangun pasar tradisional di Kawasan Tanjungpinang Timur.

Hal ini karena jumlah penduduk di kawasan tersebut terus berkembang. Serta sebagai penyeimbang harga sewa kios dan lapak di Pasar Bintan Center.

Apalagi bila direalisasikan harga lapak dan kios di Pasar Bintan Center naik melejit. Serta memberatkan para pedagang.

“Saya yakin manajemen akan pertimbangkan kenaikan harga, minimal seperti yang dikelola BUMD. Bila pun naik boleh, tetapi tidak sampai memberatkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Prajurit TNI Tanam Jagung di Lahan Kodim di Batu 5 Atas

Ia pun mengaku akan koordinasikan rencana pembangunan pasar tersebut dengan Kepala Dinas Perdangan Provinsi Kepri, Burhahnudin. Tentu melalui kajian. Tujuannya mensejahterakan para pedagang dan masyarakat secara umum.

Serta akan berkoordinasi bersama Sekda Tanjungpinang Teguh terkait kerisauan para pedagang saat ini.

Jangan sampai sebagian pedangang memilih tidak berjualan karena tak mampu membayar. Serta berjualan hanya untuk membayar sewa bukan meningkatkan kesejahtraan hidup mereka.

Ditambahkannya, jika kenaikan harga melejit dan sebagian pedagang tak sanggup, maka pembangunannya harus dilakukan segera.

Baca Juga :  Rutan Tampung 10 Tersangka Kejati Kepri

Maksimal selesai sebelum masa kontrak sebagian para pedangan tersebut habis. Yaitu kisaran Juni 2023 bahkan 2025 mendatang.

“Ini solusi agar para pelaku usaha kecil tetap bisa berjalan. Saya berharap para pedagang tetap tenang dulu,” ucapnya. (dlp)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN