Kejari Lingga Segera Menetapkan Tersangka Dugaan Korupsi ADD Berindat

Kasipidsus Kejari Lingga, Joshua Tobing memberikan keterangan.

LINGGA – Meski terkesan lambat karena berbagai kendala, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga akan meningkatkan penuntasan kasus dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga. Kejari segera menetapkan pelakunya sebagai tersangka.

Alasan tersendatnya penyidikan adalah, karena kondisi pandemi Covid-19 dan minimnya petugas penyidik Kejari Lingga. Namun, saat ini kendala tersebut sudah mendapatkan solusi, dengan penambahan penyidik di Kejari Lingga.

“Dari hasil keterangan saksi dan berdasarkan penyidikan yang dilakukan, kami simpulkan ada dua orang yang bertanggung jawab atas dugaan korupsi ADD Berindat,” kata Kasipidsus Kejari Lingga, Joshua Tobing diruang kerjanya, Senin (25/1).

Baca Juga :  Beli Honda di Capella Dinamik Nusantara Dapat Diskon Rp9 Jutaan

Dikatakannya, untuk kerugian negara yang sangkakan kepada dua orang ini diperkirakan lebih dari Rp500 juta. Namun untuk nilainya pastinya, pihak Kejari Lingga masih menunggu audit dari Inspektorat Kabupaten Lingga.

       
        Loading...    
   

“Kalau nilai real kerugian negara maaih menunggu perhitungan tenaga ahli yang kami datangkan dari Inspektorat Lingga. Namun berdasarkan penyidikan kerugian negara kami perkirakan di atas Rp500 juta,” terangnya.

Dalan proses penyidikan, pihaknya telah memintai keterangan tambahan dari mantan Kepala Desa Berindak berinisial Id, dan mantan Bendahara Desa Berindat, masa jabatan tahun 2019 inisial Dy.

Baca Juga :  Rudi Minta Pemprov Bantu Penerapan New Normal

“Lalu, mantan Bendahara Desa Berindat tahun 2018 dan Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD),” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, untuk jumlah ADD dari pusat tahun 2018 sebesar Rp600 juta dan tahun 2019 senilai Rp650 juta. Sedangkan, ADD yang bersumber dari APBD Lingga tahun 2018 sebesar Rp700 juta, dan tahun 2019 sekitar Rp750 juta.

“Modusnya ada dugaan penyimpangan (mark-up) anggaran desa, kegiatan fiktif dan pembangunan yang tidak selesai,” ucap Joshua.

Terkait siapa dua orang yang bertanggung jawab atas kasus ini, Joshua belum bisa menerangjan secara rinci.

Baca Juga :  Tak Asing Lagi, Ansar Itu Bapaknya Majelis Taklim Kepri

“Nanti kalau sudah kita panggil dan tetapkan sebagai tersangka, media akan kita undang,” imbuhnya. (tir)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN