Sempat Menolak, Anak Punk Diangkut ke Dinsos

Petugas Satpol PP Tanjungpinang mengamankan anak punk saat di markasnya di Jalan Bincen, Tanjungpinang.
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Sejumlah anak punk di simpang traffic light Bintan Centre Batu 9 diamankan petugas Satpol PP Tanjungpinang, Jumat (26/6) sore.

Mereka diamankan karena dianggap sudah mengganggu masyarakat. Salah satu anak punk melempar alat ngamennya ke helem pengguna jalan raya yang berhenti di simpang tersebut.

Pantauan wartawan ini, saat ditertibkan petugas Satpol PP Tanjungpinang di markasnya, mereka sempat menolak.

“Ngapaen di bawa, kami tak salah, kami bukan mabuk,” ujar salah satu diantara mereka di depan petugas.

Kejadian salah satu oknum anak punk terjadi, Kamis (25/6) sore kemarin. Saat posisi lampu hijau, anak punk ini diduga sengaja melempar alat ngamenya ke arah helem pengguna jalan.

“Saya ngamen bentar, tak ada ngelempar (alat ngamen,red),” timpal mereka mengelak saat ditanya petugas.

Kepala Seksi Ops Satpol PP dan Damkar Kota Tanjungpinang Yoga menuturkan, banyak warga yang juga merasa tergganggu dengan kegiatan anak punk tersebut.

Hasil mediasi, salah satu diantara mereka membenarkan adanya tindakan pelemparan. Namun menyangkal unsur sengaja dengan alasan alat musik ngamen yang digunakan terlepas dari tangannya.

“Memang benar kejadian itu, tapi bukan sengaja saya lempar,” terang Yoga menirukan keterengan anak punk yang berasal dari Kota Pekanbaru itu.

Selama di introgasi di kantor Dinsos, mereka mengaku bukan asli warga Tanjungpinang dan tidak memiliki kerjaan tetap selama di Tanjungpinang.

“Mereka ini bukan anak Tanjungpinang namun dari Pekanbaru, belum bisa pulang ke kampung halaman karena alasan Covid-19,” tuturnya.

Salah satu warga, Nur juga merasa tergganggu dengan kegiatan anak punk di lampu lalulintas. Khawatir karena di tengah pandemi saat ini.

“Harusnya sih tidak ada kegiatan mengamen dan sejenisnya, kita khawatir karena kondisi pandemi. Kita berupaya menghindari orang-orang yang memang tak dikenal. Kadang mereka mendekat itu membuat kita ngeri apalagi posisi lampu warna merah tanda berhenti,’ ucapnya.

Ia berharap jangan ada lagi anak-anak yang melaksanakan kegiatan mengamen di tengah pandemi ini. (ais)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN