BLT DD Diperpanjang Jadi 6 Bulan, Kades Sulit Penuhi

Camat Bunguran Timur Wan Suhardi ketika memberikan keterangan di ruang kerjanya.
       
        Loading...    
   

NATUNA – Kebijakan pemerintah pusat memperpanjang penyaluran bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tidak semua bisa laksanakan. Dari sebelumnya tiga bulan menjadi enam bulan. Alasan mendasar karena keterbatasan anggaran di kas desa terkait.

Sebelumnya sudah diserahkan bantuan tiga bulan, Maret, April dan Mei kepada masyarakat tak mampu.

Camat Bunguran Timur Wan Suhardi, menuturkan kebijakan tersebut sulit direalisasikan beberapa desa, karena anggarannya sudah terpakai untuk pembangunan fisik.

Dituturkannya, sebelum terjadinya pandemi Korona secara nasional, setiap desa telah menggesa pembangunan dibutuhkan warga dengan pembiayaan yang bersumber dari Dana Desa.

Baca Juga :  Jaga Kestabilan Inflasi Saat Pandemi

Berdasarkan data yang diterimanya, dari tiga Desa dan empat kelurahan di wilayah Bunguran Timur, Desa Sungai Ulu diperkirakan tidak dapat menyalurkan BLT DD tiga bulan kedepan. Seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Mentri keuangan(PMK) no 50 tahun 2020 dan Permendes no 40 tahun 2020.

“Sekarang terbit PMK tersebut yang mengharuskan BLT DD disalurkan kepada warga tak mampu enam bulan, yang saya ketahui bila PMK itu diterapkan, maka Desa Sungai Ulu terancam kekurangan anggaran,” ujar Wan Suhardi di Ranai, kepada LuarBiasa, Rabu (27/5).

Baca Juga :  Selangkah, PS Karimun Lolos ke Semifinal

Dikatakannya, anggaran Dana Desa yang diterima oleh Desa Sungai Ulu tahun 2020 sebesar Rp800 juta, 60 persennya telah digunakan untuk pembangunan fisik dan 30 persen lagi digunakan untuk penyaluran BLT DD tahap pertama, tiga bulan. Menurutnya, dana yang tersisa saat ini hanya 10 persen.

Wan Suhardi menuturkan, bila sisa dana tetap dipaksakan menyalurkan bantuan jelas tidak dapat memenuhi.

Penghitungan tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak desa dan Kecamatan Bunguran Timur, namun juga telah dikalkulasi oleh tim dari kementrian Desa belum lama ini di Desa Sungai Ulu.

Baca Juga :  Ansar Dikabarkan Maju Bersama Marlin

“Jadi kita tidak mengada-ada, ini murni berdasarkan penghitungan yang dilakukan pihak Kementrian Desa, soalnya kami juga turut menghadiri,” jelas Wan Suhardi.

Lanjutnya, sementara Desa Sepempang, meskipun Dana Desanya juga telah terpakai untuk pembangunan fisik, namun diperkirakan masih mencukupi untuk program BLT DD tiga bulan kedepan.

Sedangkan Desa Batu Gajah, satu-satunya desa di Kecamatan Bunguran Timur yang hingga saat ini belum dapat menyalurkan BLT DD.

“Dana Desa tahap pertama telah habis untuk pembangunan fisik diwilayahnya jadi menanti turunnya dana tahap kedua,” tuutrnya. (hrd)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN