Bakal Diterapkan Transaksi Nontunai di Pelabuhan Bulang Linggi

KADISHUB Bintan M Insan Amin bersama perwakilan BI di sela sosialisasi transaksi nontunai QRIS di pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Jumat (27/11).

TANJUNGPINANG – Pengusaha transportasi laut maupun calon penumpang dan masyarakat umum (pedagang), bakal menerapkan transaksi nontunai di pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Bintan Utara. Namun sebelum transaksi nontunai ini diterapkan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan melakukan sosialisasi, Quick Respone Code Indonesia Standard (QRIS), Jumat (27/11).

Penerapan transaksi nontunai ini, merupakan satu dari beberap cara mencegah penyebaran Covid-19.

“Penerapan transaksi nontunai di pelabuhan Bulang Linggi, Uban (Tanjunguban) ini, akan menjadi yang pertama di Kabupaten Bintan,” kata Moh Insan Amin, Kadishub Bintan usai sosialisasi QRIS, yang digelar Bank Indonesia bersama Dishub Bintan di pujasera pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban.

Insan Amin menyampaikan, sosialisasi tersebut diikuti pegawai Syahbandar Tanjunguban, pegawai Dishub Bintan dan Kepri, TNI dan Polri, maupun bank yang ada di Tanjunguban. Insan Amin menerangka, penerapan transaksi nontunai di Pelabuhan Bulang Linggi di Tanjunguban harus didorong. Selain mencegah penyebaran penularan Covid-19, transaksi nontunai juga memberikan kemudahan untuk masyarakat dan calon penumpang.

Baca Juga :  51 Warga Diperiksa Satgas Covid-19
       
        Loading...    
   

“Makanya harus kita dorong, meskipun memulai berat tapi banyak kemudahan yang akan didapat masyarakat nantinya,” ujarnya.

Kasi Kesyahbandaran Kantor UPP Klas I Tanjunguban, Lina Lusiana mengapresiasi upaya Bank Indonesia dan Dinas Perhubungan Bintan mendorong penerapan transaksi nontunai di Pelabuhan Bulang Linggi.

“Kita apresiasi, terlebih masa pandemi kita meminimalisir transaksi tunai dengan uang kertas yang berpotensi menjadi media penularan korona. Selain itu, kita harus mengikuti teknologi yang ada,” ujarnya.

Transaksi nontunai ini, menurutnya, sebagai solusi dair keluhan masyarakat yang selama ini tidak membawa uang tunai.

Baca Juga :  Open Bidding, Pemko Tunggu Rekomendasi dari KASN

“Yang tidak punya cash money, mereka harus keluar (dari pelabuhan) nyari ATM dan balik lagi ke pelabuhan. Kita apresiasi apabila di pelabuhan Tanjunguban diterapkan transaksi nontunai,” ujarnya.

Kepala Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Novi Iryani mengatakan, banyak keunggulan apabila pelabuhan Bulang Linggi menerapkan transaksi nontunai QRIS. Antara lain, akan membantu masyarakat yang melakukan transaksi lintas bank. Karena selama ini, masing-masing bank memiliki mesin pembayaran nontunai sendiri-sendiri.

“Misalkan gopay (mesinnya) harus gopay, link harus link,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, penggunaan transaksi nontunai menghindari uang palsu dan risiko pencurian uang dan tidak perlu uang kembalian. Transaksi pun tercatat dan langsung masuk ke rekening bank.

Baca Juga :  Ratusan Siswa SMK Negeri 1 Karimun Selesai PKL

“Yang pasti di masa pandemi, pembayaran nontunai lebih higienis. Karena uang dapat menjadi media penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Bagi pedagang, menurut Novi, transaksi nontunai QRIS memudahkan mereka mendapatkan pinjaman karena membangun credit profile.

Keuntungan lain, biaya merchant discaunt rate (MDR) lebih murah yakni hanya 0,7 persen per transaksi. Khusus layanan pemerintah gratis, kemudian donasi misalkan ke masjid, gereja atau lainnya gratis. Bahkan bebas biaya bagi pelaku usaha mikro sampai akhir Desember 2020, dan ini dapat meningkatkan ekonomi di sekitarnya.

“Sekarang kami masih sosialisasi. Tapi implementasinya wajib mulai 1 Januari 2021. Semua (bank) sudah harus menggunakan standar transaksi nontunai QRIS, tidak boleh masing-masing lagi,” harapnya. (fre)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN