Di Natuna, Biaya Rapid Test Antigen Cuma Rp275 Ribu

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah.

NATUNA – Sejumlah wilayah Indonesia sudah menerapkan sistem pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat lagi, dengan menggunakan rapid tes antigen. RSUD Natuna sudah memiliki fasilitasnya, dengan biaya Rp275 ribu. Tidak lagi menggunakan metode rapid tes antibodi.

Setelah penyediaan fasilitas penerapan metode pemeriksaan rapid tes antigen tersebut, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Natuna telah siap melayani warga dengan alat tersebut.

“Alhamdulillah kita di Natuna sudah menyiapkan alat pemeriksaan rapid tes antigen yang bisa langsung diakses di Rumah Sakit Umum Daerah,” kata Hikmat Aliansyah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Natuna, Minggu (27/12).

Hikmat mengatakan, saat ini sejumlah wilayah ada yang telah mulai menerapkan sistem pemeriksaan rapid tes antigen tersebut. Di antaranya Jakarta, Kalimantan, Bali maupun Medan.

       
        Loading...    
   

“Sekarang ini, kalau kita ingin berangkat ke Jakarta tidak berlaku lagi rapid tes antibodi. Jadi bagi masyarakat yang ingin berangkat ke sejumlah wilayah, seperti Jakarta dan provinsi lainnya itu, minimal menggunakan pemeriksaan rapid test antigen,” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk standarisasi harga pemeriksaan rapid test antigen sudah diatur dalam Surat Edaran No HK.02.02/I/4611/2020 yang dikeluarkan per tanggal 18 Desember 2020. Berdasarkan surat tersebut, batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid tes antigen-Swab sebesar Rp250 ribu, untuk Pulau Jawa. Dan Rp275 ribu, untuk di luar Pulau Jawa.

“Nah kita termasuk di harga Rp275 ribu. Tes antigen-Swab dilakukan pada saat akan melakukan aktivitas perjalanan orang dalam negeri, dengan masa berlaku selama 14 hari,” paparnya.

Selain itu, Hikmat menyampaikan, rapid tes antigen merupakan salah satu cara untuk mendeteksi adanya materi genetik atau protein spesifik, dari Virus SARS CoV-2. Untuk menjamin keamanan, pemeriksaan rapid tes harus dilakukan tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi, berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan.

“Serta menggunakan standar operasional yang diyakini oleh tenaga kesehatan,” pungkasnya. (hrd)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN