Sabu Disimpan di Hotel Sebelum Diamankan

Pelaku pemilik sabu-sabu yang diamankan Polda Kepri, bersama barang bukti.
       
        Loading...    
   

BATAM – Aparat Polda Kepri dari tim teknis Subdit II Ditresnarkoba, berhasil mengamankan seorang diduga pelaku kriminal berinisial RD alias R.

Dari tangan pelaku diamankan sabu, sebelumnya sabu lainnya milik pelaku juga diamankan dari salah satu hotel di Batuaji, Batam.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S didampingi Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, mengatakan, RD diamankan di Jalan S. Parman terminal Muka Kuning.

Dari tangan pelaku, diamankan narkotika yang dikemas di dalam lima bungkus plastik bening.

Baca Juga :  KPID: Debat Disiarkan Melalui Radio atau Televisi Berizin

“Didalamnya berisikan serbuk Kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat total 103 gram, Selasa (26/5),” kata Harry.

Dibeberkan, penangkapan dilakukan sekitar pukul 22.45 WIB. Tim Teknis Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri telah melakukan upaya paksa dengan menangkap seorang laki-laki berinisial RD alias R.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan Narkotika jenis sabu sebanyak dua paket seberat 21.15 gram yang disimpan di dalam bungkusan plastik bening.

Selanjutnya tim melakukan interograsi kepada RD alias R dan mengaku masih ada menyimpan sabu di salah satu Hotel di wilayah Batu Aji, Batam. Selanjutnya tim bergerak menuju tempat tersebut dan melakukan penggeledahan.

Baca Juga :  Bapenda Karimun Menurunkan Target Pendapatan

“Ditemukan tiga bungkus plastik bening diduga berisikan Narkotika jenis sabu dengan berat masing-masing 95.5 gram, 4.0 gram dan 1.4 gram,” jelasnya.

Tersangka RD alias R, (28) disebut memiliki, pekerjaan wiraswasta. Dia beralamat di Kampung Tengah, Batu Besar Kecamatan Nongsa, Kota Batam. 

Atas perbuatan nya tersangka diancam dengan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman Mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat  6 tahun atau paling lama 20 tahun dan dan Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (mbb)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN