Polda Tebar 50 Ribu Bibit Ikan di Duriangkang

Polda menebar bibir ikan di Dam Duriangkang, Batam.
       
        Loading...    
   

BATAM – Polda Kepri menebar bibit ikan nila dan ikan mas, sebanyak 50 ribu ekor di Dam Duriangkang, Sabtu (27/6). Jika bibit ikan itu mampu bertahan, kedepan direncanakan akan kembali ditebar secara berkala. Penebaran bibit ikan di sumber air bersih Batam itu sebagai salah satu program ketahanan pangan di Batam.

Penebaran bibit ikan dilakukan, Sabtu (27/6) dalam rangka Hari Bhayangkara ke-74. Hadir Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Wakapolda Kepri, Ketua Bhayangkari Daerah Kepri, Irwasda Polda Kepri, Ka BNNP Kepri, Kepala pengelolah Waduk Kota Batam dan lainnya.

Aris mengatakan, saat ini sudah 50.000 bibit ikan yang disebar di DAM.

“Jika ikan bertahan hidup dan berkembang, kita akan kembali penebaran bibit di lokasi berbeda.  Kalau cocok pertumbuhannya dan bermanfaat untuk semua, tentunya akan kita sebar kembali untuk penambahannya. Tapi, sementara lokasi penyebaran bibit di sini dulu dan kita lihat perkembangan selanjutnya jika ada lokasi lainnya yang berpotensi,” kata Aris.

Direncanakan, Polda Kepri juga akan melakukan kegiatan pembersihan waduk. Dan kini sedang berkoordinasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, serta pengelolanya untuk membersihkan waduk.

Sementara Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengatakan, di samping untuk ketahanan pangan, penebaran bibit ikan ini juga sebagai upaya menjaga  lingkungan, ekosistem dan kelangsungan hidup bagi masyarakat. 

“Dalam Penebaran bibit ini akan kita pantau perkembangan ikan tersebut dan akan kita laksanakan kembali penebaran bibit ikan di tempat lain juga,” kata Harry.

Masih dalam rangka Hari Bhayangkara, Polda Kepri sehari sebelumnya, melakukan pembagian sembako. Pembagian sembako dilakukan Polda dibantu TNI. 

Polda Kepri dan Polres jajaran menyalurkan Paket Sembako sebanyak 7.450 paket sembako, beras 36.400 Kg dan APD 2.900 buah. Dengan sasaran pembagian kepada masyarakat yang kurang mampu, ke tenaga medis, supir taxi, panti asuhan, panti jompo dan panti sosial, para purnawirawan TNI-Polri, buruh, karyawan korban PHK, Yatim Piatu, fakir miskin, kaum duafa, dan tukang ojek.(mbb)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN