Lanal TBK Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster

Lanal TBK Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster

KARIMUN – Tim patroli pangkalan angkatan laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan penyelundupan anak lobster ke Singapura pada Minggu malam.

“Menindaklanjut informasil Inteljen perihal 8danya rencana penyelundupan aU
Lobster yang akan melintas di Perairan Pulau Rukan menuju Singapura, pada han Minggu” terang Danlanal TBK Letkol Laut (P) Puji Basuki

Tim F10 Lanal TBK melaksanakan Operasi
Keamanan Laut Teratas di Perairan Pulau Rukan.

Senin dini hari Pukul 02.00 IB Tim F1QR Lanal TBK menerima
informasi dari Jargen (Jaring Agen) bahwa akan 0at llegal menggunakan SB. (Speeo
Boat) bermesin besar yang akan membawa Baby Looruuan ke Singapura.

Tim F1QR Lanal TBK bergerak menuju aran selatan Pulau Rukan untuk melaksanakan
pemantauan, pukul 03.00 Wib Tim F1QR tiba di Peralran Pulau Rukan dan melaksanakan
pemantauan.

Pukul 03.45 Wib Tim FQ1R Lanal TBK mendeteksi suara dan terpantau 1 (Satu) Unit
SB. (Speed Boat) melaju dari arah Selatan menuJu Utara (Selat Durian) Tim F1OR
melaksanakan pengejaran terhadap 1 (Satu) Unit SB. (Speed Boat) yang di duga sebagai pelaku giat illegal yang dimaksud.

Pukul 04.15 Wib SB. (Speed Boat) tidak terpantau hanya terlihat siluet air, Tim F1OR
Lanal TBK mengikuti garis air tersebut dan terlihat kotak Styrofoam yang di duga sebagal
barang bukti Baby Lobster.

Tim F10R Lanal TBK menghentikan pengejaran karena
kecepatan SB. (Speed Boat) tidak dapat di imbangi oleh Tim F1QR Lanal TBK dan
melanjutkan penyisiran pada lokasi penemuan Kotak Styrofoam.

Pukul 05.30 Wib Tim F1QR Lanal TBK selesai melaksanakan penyisiran dan
berhasil mengamankan sebanyak 15 Kotak Styrofoam dan membawa barang temuan
tersebut ke Mako Lanal TBK, Pukul 07.15 Wib Tim F1QR tiba di Mako Lanal TBK beserta barang temuan dengan jumlah 15 Kotak Styrofoam berwarna putih.

Pelaku menggunakan SB. (Speed Boat) bermesin besar dan bermanuver dengan
kecepatan tinggi guna menghindari pengejaran terhadap petugas.

Hasil penyisiran yang dilakukan oleh Tim F1QR Lanal TBK berhasil menemulan Kotak Styrofoam di Perairan Pulau Rukan yang dibuang pelaku sebagai upaya
meloloskan diri dari kejaran petugas.

Bahwa kegiatan penyelundupan Baby Lobster tersebut melanggar unsur pidana Pasal 92 Junto Pasal 26 UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana
diubah melalui UU No. 45 Tahun 2008.

UU. No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Bab ll bagian keempat Paragraf 2
pasal 92 Junto Pasal 26. Terang Puji mengahiri.(yon)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN