Pengusaha Ponsel Batam Tersandung Hukum di Jakarta

Kantor Dirjen Bea Cukai Jakarta. (foto: google map)
       
        Loading...    
   

BATAM – Pengusaha ponsel di Batam, Putra Siregar  (PS) tersandung hukum, kasus kepabeanan di Jakarta. Pantauan di lokasi toko ponselnya, di ruko depan Perum  Marchelia Batamkota, masih beroperasi. Sementara di kediamannya, terlihat sepi. Ada sedan Mustang, Toyota Fortuner dan satu sepeda motor Honda Beat di rumahnya.

Terkait informasi yang beredar di instagram BC DK Jakarta itu, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna membenarkan. Kasus yang menjerat PS, merupakan kasus lama.

“Itu kasusnya, penyidikannya sudah agak lama. Baru Kamis (23/7) kemarin kasusnya dari Bea Cukai Kanwil Jakarta diserahkan ke Kejari Jakarta Timur baik barang buktinya maupun tersangkanya,” ujar Sumarna.

Dibeberkan, kasus yang diperiksa BC Jakarta itu, diserahkan ke Kejari Jakarta Timur. Tersangka (PS) disebut, harus dihadirkan, berikut barang buktinya. “Apakah akan ditahan Kejari atau tidak, itu tergantung Kejaksaan,” bebernya.

Pada instagram BC Kanwil Jakarta, https://instagram.com/bckanwiljakarta?igshid=1k1pz4hshdet9, sempat memposting jika pihaknya konsisten terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan peredaran barang-barang ilegal. Dimana, Kamis (23/7), Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta telah melakukan Tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas hasil penyidikan tindak pidana kepabeanan.

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Tersangka berinisial PS telah diserahkan beserta barang bukti antara lain 190 Handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,-.

Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara (Dhanapala Recovery) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000,-, rumah senilai Rp 1,15 Milyar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000,-.

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal.

Nah Sobat K’Jak, yuk lebih bijak dan berhati-hati dalam berbelanja meski diiming-imingi dengan harga yang murah. Jangan sampai Sobat membeli produk-produk yang ilegal ya. Karena berbelanja produk #legalitumudah kok. (mbb)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN