Chemistry Ansar Ahmad Itu, Bukan di DPR RI

ANGGOTA DPR RI H Ansar Ahmad SE MM berdialog dengan Zakmi Piliang dan Dewi Sarah, dalam acara Coffee Morning bersama Erdeka Group di studio 2 Tanjungpinang TV, Kamis (30/7) pagi.
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Anggota DPR RI H Ansar Ahmad SE MM blakblakan saat menghadiri Coffee Morning bersama Erdeka Group di studio 2 Tanjungpinang TV, Bintan Centre, Batu Sembilan, Tanjungpinang, Kepri, Kamis (30/7) pagi. Ternyata, chemistry atau kecocokan Ansar Ahmad itu bukan di DPR RI.

Hal itu diungkapkan Ansar Ahmad saat berdialog Ketua PWI Tanjungpinang-Bintan Zakmi Piliang, dan Dewi Sarah sebagai host Tanjungpinang TV. Cukup lama, nama H Ansar Ahmad seorang yang visioner pembangunan daerah, menjadi buah bibir di masyarakat Kepri. Karena, Ansar mau meninggalkan jabatan di DPR RI, dan maju di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, 9 Desember 2020 mendatang.

Bagi H Ansar Ahmad, duduk di DPR RI bukan soal nyaman dan tak nyaman. DPR RI memiliki fungsi strategis. Tapi hanya sebatas mengusulkan dan menyampaikan aspirasi dalam pembangunan. Namun, bargaining DPR RI dengan kepala daerah, itu beda. Kalau DPR RI, sebaik apa pun konsep pembangunan yang diajukan, bisa-bisa hanya sebatas di atas kerja.

Dibandingkan dengan jabatan kepala daerah, lebih memiliki nilai tawar atau bargaining potition yang lebih kuat dengan pemerintah pusat, untuk mendapatkan anggaran pusat, guna membangun Provinsi Kepri ke depan. Peluang mendapatkan anggaran pusat itu besar dan banyak. Asalkan kepala daerah mau mencari peluang itu di kementerian-kementerian. Pemerintah pusat lebih yakin dengan kepala daerah yang mengajukan program pembangunan itu.

Dari awal, Ansar Ahmad sudah berada di jalur eksekutif (kepala daerah). Pengalaman membangun daerah dengan anggaran pusat itu, sudah dilakukan Ansar Ahmad sewaktu menjabat Bupati Bintan. Semua program pembangunan infrastruktur yang mahal, menggunakan dana pusat, bukan APBD Bintan.

“Pengalaman dan chemistry (kecocokan) saya di eksekutif itu, yang bikin saya ingin maju di Pilgub Kepri. Di legislatif atau di DPR, kan baru sekali ini, sudah berjalan setahun. Saya ingin membawa Kepri lebih baik lagi ke depannya. Jika terpilih atau diberi amanah masyarakat Kepri di Pilgub nanti, mengambil peluang anggaran pusat untuk Kepri itu yang saya lakukan,” tegas Ansar Ahmad.

Maju di Pilgub Kepri, H Ansar Ahmad mendukung dukungan penuh dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Karena, Airlangga Hartarto sudah beberapa kali melihat langsung potensi kabupaten/kota, dan kondisi masyarakat Provinsi Kepri.

Selain itu, selama setahun menjabat anggota DPR RI, Ansar Ahmad sudah banyak meninjau pembangunan daerah di Indonesia. Daerah-daerah yang sebelumnya jauh di bawah Kepri, kini justru sudah lebih maju. Daerah itu maju, karena kepala daerahnya membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, serta mau mencari peluang.

“Saya maju di Pilgub, itu menjalankan perintah DPP Golkar. Dan saya sebagai anak daerah, ingin membawa Kepri ke arah lebih baik dan lebih maju lagi. Saatnya Kepri berlari,” ujar Ansar Ahmad.

Peluang dan potensi pembangunan Kepri yang menjadi fokus bagi Ansar Ahmad, jika terpilih di Pilgub nanti, yaitu bidang kemaritiman untuk sektor perikanan dan industri kawasan maritim. Kemudian, pembangunan pariwisata budaya untuk mendorong ekonomi. Seperti membangun akses wisata Batam dengan Natuna, Batam dengan Anambas, Batam dengan Lingga. Termasuk untuk Bintan, Tanjungpinang dan Karimun.

“Seperti di Bintan la, Tambelan itu sangat berpotensi untuk pengembangan wisata baharinya. Tanpa mengabaikan potensi sektor lainnya,” ungkap Ansar Ahmad.

Kemudian, Ansar Ahmad maju di Pilgub Kepri, karena hasil survei dan keyakinannya. Saat Pileg lalu, ada sekitar 138 ribu pemilih. Ansar berkeyakinan, masyarakat Kepri yang memilih itu, karena melihat dari kinerjanya membangun Kabupaten Bintan. Mudah-mudahan karya Ansar selama menjabat Bupati Bintan, jadi referensi masyarakat untuk membangun Provinsi Kepri ke depan.

“Bagaimana konsep membangun Bintan, juga akan saya lakukan di Kepri nanti, jika terpilih. Biar bargaining untuk mendapatkan anggaran pusat, lebih kuat,” ucapnya.

Maju di Pilgub Kepri, H Ansar Ahmad bakal berpasangan dengan Marlin Agustina Rudi. Bagi Ansar, potensi perempuan (gender) di Kepri sangat besar. Justru itu, Ansar memilih untuk berpasangan dengan Marlin, yang sudah berpengalaman dan bersama kaum perempuan di Batam. Perempuan atau jumlah masyarakat di Batam, lebih banyak dibandingkan kabupaten/kota lain.

Angka indeks pembangunan pemberdayaan perempuan di Kepri secara nasional, masih rendah. Dengan berpasangan dengan Marlin, Ansar bisa menjalankan upaya peningkatan angka indeks pembangunan perempuan itu.

“Politik itu memang dinamis. Tapi, untuk berpasangan dengan Bu Marlin Agustina, sangat kecil kemungkinan kami berpisah. 2 pimpinan partai di pusat (Golkar-NasDem), sudah sama-sama oke dan setujui,” tutur Ansar Ahmad. (fre)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN