Kampung Binaan Astra Tetap Kreatif Saat Ekonomi Sulit

Pandemi Covid-19, sedikit atau banyak, mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, baik dari segi ekonomi dan sosial. Ekonomi masyarakat terganggu, hingga mendorong masyarakat harus bertahan dan membangun kreativitas, untuk bisa bertahan serta maju. Dalam hal ini, program Kampung Berseri Astra (KBA), mengambil peran, untuk membantu.

Martua, Batam

Delapan orang ibu-ibu, dengan menggunakan empat unit motor, mendatangi pantai disalah satu sisi Kampung Berseri Astra (KBA) Tanjungpiyu Laut, Batam. Mereka mengambil video dan menyampaikan komentar yang mempromosikan daerah pantai di Tanjungpiayu, Sei Beduk, Batam.

Selain wisata pantai dengan pemandangan ke arah pulau-pulau disekitar dan pemandangan icon Batam, Jembatan Barelang, yang terlihat dari Tanjungpiayu, juga wisata makanannya. Dimana, didaerah KBA itu, ada sejumlah restoran seafood yang beroperasi dan kerap dikunjungi wisatawan.

       
        Loading...    
   

Pagi itu, Endang dan rekan-rekannya baru selesai mengikuti pertemuan dengan Wali Kota Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, di Resto Jawa Melayu 2, Tanjungpiayu Laut, Seibeduk, Batam, Senin (18/10/2021). Usai pertemuan untuk menyerahkan insentif untuk kader Posyandu, mereka berkeliling dan mengambil video, dengan menggunakan ponsel.

Mereka kemudian memposting video itu di media sosial, dengan mengungkap potensi UMKM dan pariwisata disana, dengan menyebut peran PT Astra International melalui program KBA. Dimana, masyarakat di KBA, kini terus berkembang dengan memanfaatkan potensi daerah dengan penduduk, yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan itu.

Program KBA, membawa masyarakat semakin kreatif. Produk UMKM warga, kini banyak dinikmati para wisatawan. Mereka juga terbantu dengan pengoperasian restoran Seafood, di daerah KBA Tanjungpiayu Laut, Batam. Seperti Love Restaurant Seafood, Ki Seafood, 777 Seafood, ‎Melayu Jawa Seafooda, Piayu Seafood Restaurant dan lainnya. 

Hasil produk UMKM warga KBA, mulai kerupuk berbagai jenis, hingga makanan khas Kepri, otak-otak, yang dipasok ke restoran-restoran seafood disana. Bahkan, produk UMKM di KBA sudah berkembang, hingga batik.

Untuk batik, KBA Batam, kini sudah memiliki kelompok pembatik di Tanjungpiayu. KBA memperkenalkan dan mengajari cara membatik. Hingga kemudian, ibu-ibu ini membentuk kelompok, dengan nama Cindur Batik

Cindur Batik ini beranggotakan 10 orang. Sebagai UMKM, sudah mendapat pengesahan dari kelurahan serta sudah didaftarkan. Kini, diakui Ekowati, program membatik, menjadi salah satu unggulan di KBA Tanjungpiayu Laut.

Batik Cindur ini diperkenalkan dengan corak khas ikan marlin dan biota laut. “Tidak mahal dijual. Untuk satu lembar batik Cindur khas Tanjungpiayu, hanya dipatok seharga Rp150 ribu,” bebernya.

Produk UMKM di KBA, selain batik yang mulai dirintis tahun 2021 ini, ada juga makanan ringan, sebelumnya ada juga Sari Abon, Jus sere & cake. Bahkan, produk Sari Abon rasa Original dan Ayam Bawang, sudah beberapa kali ikut pameran dan bazaar di Batam.

Salah seorang istri nelayan, Ruliah, yang kini beralih ke UMKM, mengakui peran Astra di KBA, mendorong peningkatan ekonomi warga. Ruliah, mengolah ikan ikan hasil tangkapan suaminya, menjadi sari Abon. Dia menggunakan bahan baku, ikan karang, mercu, jampu, ikan tongkol dan lainnya.

Berkat kegigihannya untuk mengembangkan UMKM, dia bisa mendapat tambahan pendapatan, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dia menjual makanan ringan mulai Rp5 ribu sampai 10 ribu. Makanan ringan itu dititipkan diwarung-warung, minimarket, hingga dijual di restoran seafood.

“Kami dilatih agar dijual di mini market dan dapat perhatian pengunjung. Lumayanlah dapat per bulan. Tapi di restoran seafood sempat sepi, karena pembatasan akibat Covid-19” beber Ruliah.

Hal itu dibenarkan pelaku usaha Endang, yang juga salah seorang pembina KBA. “KBA tetap melakukan pembinaan dengan pelatihan di KBA, walau sejak tahun 2020, pandemi Covid-19 terjadi di Batam,” kata

Dibeberkan, untuk Sari Abon merupakan produk olahan ikan, jadi Abon. Ikan yang digunakan, merupakan ikan Tongkol yang higienis, sehat dan bergizi. Selain berbahan ikan, ada juga yang berbahan ayam.

“Hanya saja, pengembangan produk UMKM sempat terkendala karena Covid-19,” jelasnya.

Namun diakui, produk UMKM tetap berjalan, walau dalam pengembangan kreatifitas produk terbatas, karena pandemi Covid-19. Selain itu, kini penggiat KBA juga kini mengembangkan usaha ke pertanian hidroponik.

Seiring perkembangan teknologi, saat ini pelaku UMKM didorong untuk memasuki pasar digital. Beberapa pelaku usaha sudah aktif dipasar online dengan didominasi produk makanan.

Wagub Kepri, Marlin dan Wako Batam, Rudi saat memilih batik hasil karya UMKM Batam, termaksud dari KBA Tanjungpiayu Laut

Menurut Ekowati, pengembangan pertanian dengan metode hidroponik, menjadi pilihan di Kota Batam, yang memiliki keterbatasan lahan. “Kurangnya lahan di Batam, harus disiasati dengan kreatifitas. Memanfaatkan pekarangan rumah kita, dengan metode hidroponik,” kata Ekowati.

Ekowati menanam tanaman mint, sawi, toga, sereh sayuran, bawang, cabe dan lainnya, dengan metode tanaman hidroponik. Untuk pupuk, mereka menggunakan pupuk organik. Mereka mengolah sisa nasi yang difermentasi dan dijadikan kompos. 

Bersama rekan-rekannya dari pembina KBA, menamakan kelompok tani Wanita Tani Tali Kasih. Bergabung didalamnya, sekitar 30 orang. Kelompok tani ini juga diakui keberadaannya, oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Mereka mendapat SK dari Dinas Ketahanan Pangan. 

Dilahan itu, mereka menanami tanaman mint dan sawi. Setiap minggu, mereka memanen mint 5 kg. Sementara untuk sawi, sekali panen, sekitar 23 kg. “Untuk mint, panen-nya dengan memotong daun. Nanti daunnya tumbuh kembali,” cerita Eko. 

Disisi lain, Ditengah pandemi Covid-19 di Batam pada tahun 2021 ini, KBA juga mengambil peran untuk mengedukasi masyarakat. Dengan dukungan pemerintah dan Astra, kegiatan di Posyandu juga berjalan.

KBA tetap rutin melakukan kegiatan di Posyandu Tanjungpiayu Laut. Kegiatan Posyandu mulai dari pengecekan buku balita, pencatatan, penimbangan berat badan dan tinggi badan, imunisasi DPT dan Polio dan cek kesehatan bagi ibu hamil.

Ada juga kegiatan, pemeriksaan kesehatan lansia, dengan bekerjasama bersama Puskesmas Sei Beduk. Sementara anak-anak, KBA memberikan perhatian dengan program rumah belajar bagi siswa. Kegiatan itu dilakukan, untuk mengotimalkan minat baca dan menulis serta meningkatkan prestasi belajar bagi masyarakat di Kampung Berseri Astra Tanjung Piayu Batam.

Warga yang sebelumnya sudah mendapat pembinaan, menjalankan fungsi untuk menjaga lingkungan. Dimana, sebelumnya, Astra sebelumnya sudah memberikan bantuan tempat sampah, dan alat mesin potong rumput, gerobak angkong dan lainnya. 

  • Dukungan Pengembangan Ekonomi KBA

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Suleman Nababan mengaku terbantu. Pihaknya juga mendorong, UMKM KBA untuk memperkuat UMKM pemasaran produk-produk kreatifnya secara daring (online). 

“Usaha mikro bisa bersaing dipasar online, dengan meningkatkan kualitas produk hingga desain kemasan yang menarik,” himbau Suleman.

Dengan pasar daring, selain tidak perlu sewa tempat untuk toko atau lapak fisik, cakupan pasar juga lebih luas. “Tapi harus memperhatikan kecepatan melayani permintaan dan mengirimkan produk. Jika tidak, akan tertinggal dengan lain,” pesannya.

UMKM juga diakui, menjadi sektor yang membantu perekonomian Batam, bisa menjaga dari ancaman resesi, akibat pandemi Covid-19. “Kami yakini, KUMKM bisa menjadi penyelamat ekonomi, karena lebih tahan goncangan resesi,” harapnya.

Dinas UMKM Batam juga diakui, siap untuk menjalankan program pendampingan, untuk pelaku usaha di KBA. Saat ini, Dinas KUMKM Batam, siap membantu penataan manajemen UMKM. Kemudian, membangun integritas pelaku KUMKM, melakukan pelatihan akuntansi, pelatihan packaging, sertifikasi halal, sertifikasi sehat.

“Sehingga optimisme UMKM kedepan semakin tinggi,” harap Suleman.

Langkah KBA ini mendapat dukungan dari Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Ia juga mendorong agar pemasaran diperkuat melalui pasar digital atau online. “Era sekarang, kita semestinya masuk ke ranah online. Yang diperlukan ketepatan, kecepatan dan komitmen,” pesan Amsakar.

Sementara anggota Komisi II DPRD Batam, Udin P Sihaloho mengatakan, eksistensi KUMKM di kota industri dan pariwisata, sangat penting. KUMKM diharapkan,  menjadi penopang usaha menengah dan dapat juga memberikan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja yang ada di Batam. 

Ini juga dinilai dapat mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM yang bersinergi memenuhi kebutuhan industri dan pasar domestik. Namun perlu memberi UMKM akses yang lebih luas terhadap pilihan jenis komoditas yang akan dijual, permodalan, dan kepastian dalam hal sustainability business. 

Udin mendorong, agar KUMKM dibantu untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual (HKI) atas produknya. Kemudian, standarisasi internasional dalam produksi, hingga ju  mlah pelaku usaha kreatif semakin banyak. “Pemerintah harus meningkatkan perhatian dan membantu. Bagaimana mendorong kreativitas, hingga membantu daya saing produk UMKM Batam di pasar digital,” himbau Udin mengakhiri.***

       
        Loading...    
   
BAGIKAN