Ada Oknum Dewan Minta-Minta Uang Ke Kepala BP Kawasan



BINTAN – Dari sidang pemeriksaan saksi perkara korupsi dengan terdakwa Apri Sujadi dan M Saleh Umar yang digelar pada Kamis (6/1) pekan lalu, didapati fakta mengejutkan selain keterangan terkait korupsi cukai rokok dan mikol di Bintan.

Fakta menarik yang terungkap di muka persidangan adalah adanya oknum Anggota DPRD Bintan yang meminta uang kepada Kepala Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Bintan pada tahun 2016 yang dijabat oleh Mardiah.

Hal itu diungkapkan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang bertanya kepada Mardiah selaku saksi atas jabatannya sebagai Kepala BP Bintan di tahun 2013 hingga 2016.

Salah seorang JPU bertanya kepada Mardiah terkait seorang anggota DPRD Bintan yang meminta uang kepada Mardiah. Sembari JPU menegaskan nama jelas dan juga gelar profesi yang dibacakan.

“Itu gelar dan nama,” tanya salah seorang JPU.

Kemudian Mardiah menjelaskan jika yang ditanya JPU itu adalah gelar. Saat JPU menegaskan kembali jabatan dan nama partai oknum anggota DPRD Bintan itu, Mardiah juga membenarkan kedua hal tersebut.

Namun saat ditanya mengenai permintaan sejumlah uang dikaitkan dengan perusahaan rokok atau mikol, Mardiah menegaskan jika tidak ada kaitan dengan perusahaan tersebut.

“Ya dia minta saya suruh cari duit ke perusahaan, tapi perusahaan itu bukan rokok atau mikol, perusahaan lain. Kata dia kalau dapat uang, nanti beliau mau bantu mempertahankan jabatan saya,” jawab Mardiah.

Namun, mengenai keterangan apakah Mardiah berhasil atau tidak meminta uang ke perusahaan untuk oknum DPRD tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut.

Pada sidang yang sama, Mardiah yang dimintai keterangan sebagai saksi mengakui penerimaan uang sebesar Rp 5 juta yang ia terima. Namun ia mengaku lupa siapa pemberi atau nama perusahaannya.

“Waktu itu saya lagi di Bandara Batam, saya mau keluar daerah, ada wanita yang kasih amlop isi Rp 5 juta, katanya untuk bantu-bantu, tapi saya tidak ingat siapa orangnya, yang saya ingat perempuan,” jawabnya saat dicecar Tim JPU pada kasus Korupsi atas terdakwa Apri Sujadi dan M Saleh Umar, pekan lalu di PN Tanjungpinang ruang sidang Kusumah Atmaja. (aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN