Patroli Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok

KAPAL kayu yang diamankan Patroli Bea Cukai dari Kanwilsus DJBC Kepri saat ini sandar di dermaga Tanjung Balai Karimun untuk menjalani pemeriksaan.

KARIMUN – Patroli Laut Bea Cukai menggagalkan kapal penyelundup minuman beralkhol ilegal, dan rokok ilegal, Jumat (23/10) lalu. Penangkapan ini dilakukan di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepri.

Satuan tugas patroli laut Bea Cukai berhasil melakukan dua penindakan terhadap upaya penyelundupan rokok, dan minuman keras impor ilegal. Satuan tugas patroli laut Jaring Sriwijaya 2020 yang terdiri dari Bea Cukai Wilayah Kepri, Bea Cukai Batam, Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Tanjung Balai Karimun, dan PSO Batam. Selasa (20/10) lalu, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan rokok ilegal di perairan Berakit, Bintan.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat mengungkapkan, penindakan yang berawal dari kegiatan patroli yang dilakukan kapal BC 20007, di sektor perairan Batam hingga laut Natuna.

“Berdasarkan penginderaan radar kapal BC 20007 didapati satu kapal yang akan memasuki perairan Indonesia, dan tiga unit high speed craft (HSC) yang akan melakukan ship to ship di perairan Berakit,” kata Syarif.

       
        Loading...    
   

“Kegiatan tersebut disinyalir melanggar Undang Undang Kepabeanan,” jelas Syarif.

Kapal BC 20007 mendekati kapal target dan didapati satu kapal kayu dengan nama KLM Pratama, yang sedang melakukan kegiatan ship to ship dengan sebuah HSC. Saat akan dihentikan oleh kapal BC 20007, KLM Pratama sempat beberapa kali menabrakkan diri ke kapal BC 20007. Sehingga petugas Bea Cukai berupaya untuk melepaskan beberapa kali tembakan ke udara.

Setelah akhirnya berhasil menguasai kapal KLM Pratama, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut dan menemukan muatan rokok tanpa pita cukai. Selanjutnya kapal BC 20007 melakukan penegahan dan penyegelan terhadap KLM Pratama dan dibawa menuju Kantor Wilayah Bea Cukai Kepulauan Riau.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut ditemukan sebanyak lebih dari 50 juta batang rokok
dengan nilai perkiraan mencapai Rp37,2 miliar, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp52 miliar. Ia menambahkan Dari hasil pencacahan yang dilakukan petugas Bea Cukai ditemukan 363 karton berisi 5.484 botol minuman keras ilegal, dengan nilai barang mencapai Rp568.482.000.

“Dengan potensi kerugian negara yang timbul jika minuman keras ilegal tersebut beredar mencapai Rp1.856.576.600,” tambah Syarif mengakhiri. (yon)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN