Mark Up Berjama’ah, Kepala Puskesmas Se Bintan Balikin Rp 500 Juta Uang Insentif Nakes



BINTAN – Sebanyak 14 Kepala Puskesmas (Kapus) se Bintan mengembalikan uang sebanyak Rp 504.560.000 kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan. Uang tersebut diakui merupakan nilai mark up insentif tenaga kesehatan (nakes) yang ada di puskesmas.

I Wayan Riana, Kepala Kejari Bintan mengatakan, pengembalian uang tersebut merupakan rentetan dari pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap Puskesmas Sei Lekop dan Puskesmas Tambelan. 

Sebelumnya beberapa pekan lalu Kejari Bintan menetapkan ZP Kepala Puskesmas Sei Lekop sebagai tersangka dengan sejumlah bukti yang sudah disita pada penggeledahan tim jaksa.

Diketahui anggaran insentif nakes di Puskesmas Sei Lekop tersebut yang dicairkan sebesar Rp 836.396.167,-. Kemudian total yang diduga dicairkan fiktif adalah Rp 400 jutaan. Tersangka ZP diduga menerima Rp 100 jutaan lebih dari anggaran fiktif yang dicairkan. ZP kemudian juga mengembalikan Rp 100 juta usai selang sehari ditetapkan sebagai tersangka.

Kini, 14 Kapus mengembalikan secara sukarela usai Kajari Bintan mengimbau agar pihak-pihak lainnya yang melakukan mark up agar dapat mengembalikan uang yang diambil.

“14 orang Kapus secara langsung menghitung secara pribadi dan secara pribadi juga menyerahkan ke kami,” kata Wayan, Kamis (30/12).

Meski dikembalikan, lanjut Wayan, pihaknya akan melakukan penghitungan ulang terkait kerugian negara dari 14 Puskesmas di se Bintan. Angka tersebut bisa lebih atau kurang tergantung penghitungan ulang oleh tim jaksa.

“Kalau pemeriksaan terhadap 14 kapus memang belum kami lakukan, karena memang belum ada pemeriksaan, namun dugaan kami pola mark up 14 kapus sama dengan kapus Sei Lekop dan Tambelan,” urainya.

Atas pengembalian ini, pihak Kejari Bintan juga akan berkonsultasi dengan Kejati Kepri selaku pimpinan untuk meminta petunjuk tindakan yang harus dilakukan. Hal ini karena pengembalian dilakukan secara sukarela sebelum pemeriksaan penyelidikan dilakukan dan juga restorasi kerugian negara telah dilakukan.

“Ya mereka (14 kapus) telah membuat pernyataan dan juga pengembalian, namun belum ada permintaan terkait dua hal tersebut,” jelasnya. (aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN