Tak Tahu Kapan Korona Berakhir, Pemko Memiliki Dana Cadangan

Hj Rahma saat membagikan masker kepada pengendara.
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tanjungpinang Hj Rahma menuturkan, memiliki cadangan anggaran dalam upaya penanganan dan pencegahan serta pemulihan ekonomi menghadapi wabah Korona di Tanjungpinang.

Antispasi ini dinilai perlu karena kondisi ini baru pertama kali dirasakan masyarakat Tanjungpinang maupun secara nasional. Tak ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir maka cadangan anggaran tentu perlu ada.

Termasuk menyalurkan anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat, ini juga cara membantu perekonomian masyarakat hanya saja waktu pembagiannya perlu diperkirakan.

Bahkan, anggarannya juga sudah siaga. Biaya itu nantinya akan digunakan apabila terjadi lonjakan pasien. Bisa digunakan dalam bentuk penanganan bidang medis maupun stimulus ekonomi bila masyarakat diharuskan membatasi aktivitas di luar rumah.

Hal ini dikatakan Hj Rahma saat berbincang kepada Luarbiasa, Minggu (2/8) pagi.

Rahma menuturkan, tak ada yang ingin jumlah pasien atau paparan virus di Tanjungpinang meningkat. Meski demikian, persiapan perlu dilakukan salah satunya dalam bentuk ketersediaan anggaran.

Menurutnya, itu salah satu alasannya BLT dari Pemko Tanjungpinang belum dilaksanakan. Mengingat perekonomian masyarakat dua bulan terakhir sudah berjalan meskipun harus diakui belum kembali normal.

Rahma menuturkan, bukan tak mungkin BLT itu segera disalurkan, hanya saja melihat momen. Bila sudah disalurkan pada momen lalu, maka saat genting di kemudian waktu ketersediaan anggaran tentu terbatas.

”Harus saya akui ketersediaan anggaran terbatas, pemerintah harus berhati-hati dalam mengeluarkan anggaran. Pertama melihat urgensi atau hal yang paling mendesak. Bila sudah dibutuhkan maka segera disalurkan,” ucapnya.

”Kami menyiapkan cadangan anggaran untuk penanganan wabah, maupun dampak ekonomi bila lonjakan pasien atau wabah ini meningkat di Tanjungpinang. Maka dari itu, penyaluran BLT belum kami salurkan. Tapi saya pastikan anggarannya ada dan segera disalurkan,” tuturnya lagi.

Sebelumnya, ia berencana akan membagikan BLT pada Agustus ini, setelah bantuan sembako dari Provinsi Kepri bagi masyarakat Tanjungpinang diberikan.

”Pihaknya masih menunggu kepastian Pemprov Kepri untuk membantu masyarakat kita dalam bentuk sembako, setelah itu dilanjutkan BLT bagi masyarakat,” ungkap Rahma.

Berdasarkan data diperoleh melalui kelurahan dan kemudian di verifikasi dan validasi oleh Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, jumlah penerima sekitar 34.090, berkurang 1.000 penerima dari sebelumnya.

Dukung Sikap Pemko

Ketua IV Bidang Ekonomi HIPMI Kepri, Parlin Purba mendukung kebijakan Pemko Tanjungpinang yang memiliki hitungan atau trik dalam menyalurkan anggaran BLT.

”Meski sudah disediakan anggaran, namun tak kalah penting memiliki trik. Trik ini tentu yang baik, tujuannya saat terjadi lonjakan pemerintah memiliki anggaran menangani pasien maupun memulihkan perekonomian masyarakatnya,” ucapnya.

Ia menuturkan, bila Pemko Tanjungpinang misalnya terburu-buru menyalurkan anggaran BLT kemarin, maka kondisi genting nantinya akan kesulitan mencari anggaran.

Menurutnya tentu seluruh masyarakat kini membutuhkan dana segar, apalagi penurunan ekonomi saat ini. Hanya saja, perlu perhitungan agar bantuan lebih terasa bermafaat.

Tak bisa dipungkiri, kebijakan itu diambil karena kemampuan keuangan daerah juga terbatas. Berbeda bila masih banyak anggaran yang bisa dialihkan.

”Kami mendukung penuh bila pemerintah menyediakan cadangan anggaran penanganan wabah ini, bentuk medis maupun penanganan ekonominya. Tantu dalam penyalurannya perlu berhati-hati jangan sampai babalas habis namun dampaknya tak begitu dirasakan,” ucapnya.

Parlin berharap ke depan Pemko Tanjungpinang bisa menekan peningkatkan jumlah pasien positif dan terpapar.
Salah satunya, memiliki petugas yang memastikan bahwa setiap pendatang mengikuti aturan karantina mandiri.

Bila tidak, maka Pemko membuat dasar hukum atau sanksi bagi mereka yang melanggar.

Menurutnya, ini salah satu cara agar tak terjadi jumlah lonjakan pasien dan ekonomi masih bisa berjalan. (dlp)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN