Ajak Denmark Kembangkan Potensi Kelistrikan

Gubernur Kepri Ansar Vicon dengan Duta Besar Denmark

GUBERNUR Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menyampaikan, penggunaan energi pada industri dan rumah tangga di Kepulauan Riau saat ini memang masih bergantung pada pemanfaatan dari bahan bakar fosil. Namun untuk kedepan pemerintah terus mendorong agar pengunaan energi yang ramah lingkungan juga terus ditingkatkan sebagai energi subtitusi guna mendukung Sustainable Energy di masa mendatang.

“Banyak potensi green energi yang dimiliki oleh Provinsi Kepri yang sedang dan masih akan dikembangkan guna menjaga ketersediaan energi di masa mendatang tanpa membahayakan lingkungan,” jelas Ansar saat melakukan Video Conference Gubernur Kepulauan Riau dengan Duta Besar Denmark dari Ruang Rapat Utama lantai IV, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak.

Tampak mendampingi Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H.TS. Arif Fadillah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan syamsul Bahrum serta perwakilan OPD Provinsi Kepulauan Riau terkait.

       
        Loading...    
   

Di kesempatan itu, di depan Duta Besar Denmark Ansar menjelaskan bahwa potensi energi terbarukan di provinsi Kepulauan Riau sangatlah besar dan mencakup beberapa diantaranya Bio Massa, Bio Gass, Potensi energy laut, potensi energy angina serta potensi tenaga surya.

Baca Juga :  Bikin Buruh Makin Miskin, RUU Omnibus Law Harus Dibatalkan

“Kalau energi bio massa potensinya 11,6 MW, kemudian potensi bio gass 4,3 MW, potensi energi laut 126, 567 MW, potensi angin 922 MW dan potensi tenaga surya mencapai 7.763 MW,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ansar juga menjelaskan beberapa program yang dilakukan Pemerintah provinsi Kepulauan Riau dalam rangka menjaga keberlangsungan lingkungan dan juga penggunaan bio energy yang tentunya ramah terhadap lingkungan diantaranya rencana pembangunan PLTU Biomassa 2 x 100 MW di Tanjung Sauh, Batam yang melibatkan PLN dengan pihak swasta.

“Energi ramah lingkungan ini tentunya akan mendukung dan memperkuat cadangan daya bagi Batam dan Bintan memberikan manfaat cukup besar bagi masyarakat serta menjadi magnet baru bagi berkembangnya kawasan-kawasan baru dan bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kepri,” jelasnya.

Kepri saat ini, merupakan salah satu daerah pilot project PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dalam hal pemanfataan gas bumi yang hemat dan bersih ke rumah tangga. Pemanfaatan bio energi lain saat ini sedang dikembangkan juga di provinsi Kepulauan Riau yaitu pemanfaatan sumber energy tenaga surya dan energy yang digerakan oleh angina bekerjasam dengan UMRAH.

Baca Juga :  Pagi-pagi Anak TK Dhiya Sudah Ngajak “Rapat” Kru Tanjungpinang Pos dan luarbiasa.id

“Untuk tenaga surya sekarang telah kita manfaatkan untuk sebagai salah satu program cakupan pelayan listrik di perkampungan nelayan serta untuk penarangan di jembatan dan beberapa area jalan di Pulau Bintan. Ini akan terus kita perluas sesuai dengan kebutuhan penerangan listrik memanfaatkan tenaga surya,” jelasnya.

Kemudian terkait dengan kehidupan lingkungan yang berkelanjutan juga Pemerintah provinsi Kepulauan Riau juga, melakukan beberapa hal lainnya diantaranya meresmikan pengoperasian fasilitas pengolahan limbah minyak B3 dan tank cleaning di PT Batam Slop & Sludge Treatment Centre (BSSTEC), mendorong instalasi pengolahan limbah rumah tangga yang pilot project di Batam.

Melaksanakan program penangan kembali pantai dan hutan bakau, khususnya di kawasan batam, Bintan dan karimun serta mempercepat penyelesaian perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) serta akan mereview peraturan daerah untuk memberikan insentif pajak untuk mendukung inisiasi kota hijau khususnya disektor transportasi dan kendaraan bermotor yang menggunakan tenaga listrik.

“Intinya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sangat mendukung pembangunan yang mengutamakan kehidupan lingkungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu kami mengundang duta besar agar bisa datang di kepulauan Riau untuk melihat potensi kerjasama di bidang ini yang bisa dikerjakan bersama,” ajak Ansar.

Baca Juga :  VRR 2020 Dispora Tanjungpinang Sukses!

Sementara itu Duta Besar Denmark Lars Bo Larsen mengaku sangat tertarik dengan penjelasan yang diberikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad terkait peluang kerjasama yang bisa dijalin antara Denmark dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Nanti kami akan kirim delegasi kesana untuk melihat secara langsung, potensi konkret apa saja yang bisa menjadi peluang kerjasama. Mungkin kami akan memilih beberapa proyek prioritas yang menjadi kebutuhan dari Provinsi Kepri,” ucapnya.

Melihat dari sisi Maritim, Dubes Denmark juga mengajak Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk bekerjasama dalam proyek greenship, yaitu inovasi penggunaan tenaga listrik bagi kapal-kapal penyebrangan di daerah kepulauan.

“Selain Indonesia, Denmark juga merupakan Negara Maritim. Dan saat ini kami telah berpengalaman dalam mengambangkan kapal laut listrik. Memang investasi awal cukup mahal, namun untuk 3 sampai 4 tahun kedepan, biaya tersebut akan terkompensasi dengan pemakaian energy yang murah. Mungkin kita bisa menjajaki ini juga,” ajaknya. (adv)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN